Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 19.10 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 7 (De Mata)

JOGJA - Aku mengatur GPS ku lagi ke arah de mata, karena memang kebetulan aku tidak mengetahui persis dimana letaknya. Memang ini tempat yang baru aku ketahui setelah vira ngasih tahu. Disitu tempat apa, pun sebenarnya aku kurang tahu lebih jelasnya. Namun aku mencoba menerka-nerka saja tempat macam apa sebenarnya yang membuat si vira uring-uringan seharian karena ingin kesini.
Dengan bantuan GPS aku ternyata tidak terlalu kesulitan untuk menemukan tempat tersebut, karena hanya sekitar beberapa menit saja kita sudah sampai lokasi itu. Berada di sebuah komplek pertokoan demata ternyata memiliki beberapa tempat yang unik dan menarik. Lebih tepatnya ini tempat untuk orang-orang alay untuk mengekspresikan dirinya.
Dalam hati aku berkata ohh ini ternyata tempat yang diinginkan oleh anak ABG itu. Tempat dimana kita bisa berfoto suka-suka di satu tempat namun bisa dengan background macem-macem. Jadi semacam studio foto namun ini kita bebas suka-suka melakukan sesi foto disana sendiri.
Di tempat yang pertama sebenarnya hanya sebuah permainan trik mata dengan menggunakan berbagai macam background. Sehingga kita seperti berada di tempat yang aneh, nyeleneh, unik, dan menarik. Intinya ini pas banget buat anak alay yang hobinya foto-foto. Disini kameraku hampir semuanya di penuhi oleh foto vira. Dia yang tadinya susah banget buat foto ternyata disini dia tanpa harus diminta untuk bergaya malah mengeluarkan semua gaya terbaiknya untuk berpose paling maksimal. Bahkan gaya yang menurut dia kurang oke harus di hapus dan di ulang kembali sampai beberapa kali.
Dari sini aku tahu, ternyata lensa kameraku yang dari semalem tidak boleh mengarah ke arahnya bukan karena dia tidak suka, tapi karena memang suasana hatinya saja yang sedang tidak bombong karlau kata orang jawa bilang. Hemmm sekarang aku mengerti, anak ABG itu ternyata ngambek bukan karena lensa ini. Tapi memang sebenarnya karena keinginannya saja yang tidak dipenuhi.
Ini menjadi pelajaran berharga buat aku kalau nanti mau anterin lagi wisatawan kemana-mana bahwasannya kepentingan anak alay lebih berharga di bandingkan dengan kepentingan kita semua, karena anak alay ambeknya lebih gede dari pada isi dalam otaknya. Wkwkwkw.!!
Ditempat kedua ada patung-patung yang jumlahnya puluhan. Patung tersebut adalah tokoh-tokoh fiksi dan asli, figure yang dianggap paling keren dan paling berpengaruh. Banyak tokoh yang berada disitu, mulai dari penyanyi, aktris, pemain bola, pembalap, bahkan sampai politisi macem Jokowi dan Gusdur. Selain itu juga banyak tokoh fiksi macem spiderman, iron man, batman, dan lain-lain.
Sedangkan di tempat yang ketiga ini yang menurut aku paling menarik, karena semuanya di bikin secara terbalik atau Up Side Down. Jadi kondisi barang-barang di dalam ruangan tersebut di buat terbalik. Nah yang menjadi menarik adalah bagaimana kita agar bisa mengekspresikan diri kita dalam kondisi tersebut, namun tidak merubah esensi dari tempat tersebut. Karena kalau kita salah posisi atau kurang tepat posisinya, nanti malahan jadi kurang menarik. Aku juga cukup kesulitan untuk mengambil gambar karena selain memotret juga harus sangat jeli untuk mengarahkan mereka saat berpose. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)
Lanjut ke parang tritis dan mencari makan seafood di pantai depok.