Iklan

Ridlo Hartamas
31 Maret 2021, 09.27 WIB
Last Updated 2023-02-07T13:38:31Z
BudayaEvent & Festival

Event Tahunan Upacara Adat Ngasa di Desa Gandoang, Salem, Brebes

KANGENTRAVELING.COM -
 Selasa 30 Maret 2021 telah digelar sebuah event berupa upacara adat di Kabupaten Brebes. Tepatnya di Desa Gandoang, Kecamatan Salem. Upacara adat Ngasa namanya. Ini merupakan salah satu  tradisi warisan leluhur yang masih bertahan sampai saat ini.

Ngasa menjadi bukti masih adanya masyarakat adat yang eksis dalam menjaga warisan leluhur. Upacara ini digelar setahun sekali sejak ratusan tahun silam dan sudah dikenal sebagai event tahunan yang cukup meriah bagi warga desa Gandoang.

Upacara Adat Ngasa Dihadiri Dinas Pariwisata

Dalam rangkaian acara tahunan ini, bukan hanya dihadiri oleh warga setempat. Akan tetapi juga Pimpinan SKPD/OPD, Forkompincam Salem, Wakil Perhutani KPH Pekalongan Barat dan KPH Balapulang serta Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan V DLHK Provinsi Jawa Tengah.


Selain itu, hadir pula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes yang menyampaikan sambutannya dalam event ini.

Sambutan tersebut disampaikan oleh Bapak Masdori selaku Kasi Seni dan Film Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kab. Brebes.

Dalam sambutannya, Beliau Menyampaikan bahwa Kabupaten Brebes mempunyai potensi nilai budaya dan tradisi. Salah satu eksistensi serta pelestarian tersebut berupa upacara adat Ngasa.

Saat ini Upacara Ngasa sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB. Penetapan ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019.

Upacara adat ini diadakan pertama kali pada masa pemerintahan Bupati Brebes yang ke sembilan. Beliau adalah Raden Arya Candranegara pada masa pemerintahan tahun 1880-1885. Sejak itulah upacara Ngasa ini kemudian digelar sampai turun-temurun.

Pelaksanaan Upacara Ngasa

Lokasi Ngasa digelar di lereng Gunung Sagara. Lokasinya berada di sebelah utara desa Gandoang. Pelaksanaan upacara ini rutin digelar pada bulan kesembilan atau mangsa kasanga di kalender jawa. Ritualnya juga dilaksanakan pada hari Selasa atau Jumat Kliwon.

Saat upacara adat ini digelar, maka semua masyarakat begitu antusias dalam menyambutnya. Warga masyarakat sekitar berbondong-bondong ke lereng gunung Sagara dan menempuh perjalanan 2 km selama 2 jam lamanya.

Biasanya dalam rangkaian upacara adat ini warga masyarakat membawa bekal berupa nasi ketan atau nasi jagung, umbi-umbian serta hasil pertanian.

Sebelum warga sampai ke tempat upacara adat Ngasa yang digelar, mereka akan berwudhu atau mensucikan diri di pancuran lima. Kemudian akan dilanjutkan ke lokasi Ngasa.

pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten Brebes lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes telah menginisiasi Upacara Ngasa Gandoang. Harapannya, tradisi adat yang berada di Desa Gandoang ini bisa memantik berbagai event seni tradisi yang berada di kaki Gunung Sagara ini.

Sebab, Gandoang memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan adat serta masyarakat hutan adat lengkap dengan wisata budaya.

Ngasa Menjadi Event Pengenalan Wisata Budaya Brebes

Gelaran event upacara Ngasa ini menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan, mengembangkan serta menguatkan nilai tradisi yang berada di Kabupaten Brebes. Selain itu, melalui upacara Ngasa harapan akan penguatan nilai identitas kelokalan juga akan terwujud.

Dengan demikian, desa Gandoang akan dikenal masyarakat luas. Bukan hanya masyarakat lokal saja. Bahkan masyarakat luar daerah yang ada di seluruh Indonesia bisa mengetahui bahwa di Brebes ada upacara adat yang masih lestari hingga kini.

Upacara adat tahunan yang digelar oleh masyarakat desa Gandoang ini juga menjadi sarana permohonan doa Ngasa tahun ini. Harapannya agar pageblug Covid-19 ini segera musnah dari bumi Indonesia tercinta.

Upacara adat Ngasa merupakan sebuah mutiara terpendam yang ada di Desa Gandoang, Kecamatan Salem, Brebes yang patut dilestarikan. Supaya kearifan lokal dan nilai adat istiadat yang ada tidak musnah ditelan zaman.