Iklan

Ridlo Hartamas
05 April 2021, 20.00 WIB
Last Updated 2023-02-07T13:25:06Z
Budaya

Papais Jagung dan Nasi Ketan Olahan Khusus untuk Upacara Ngasa

KANGENTRAVELING.COM
Papais jagung dan nasi ketan merupakan makanan yang disuguhkan dalam suatu acara penting. Lebih tepatnya pada acara Upacara Ngasa. Bahkan kehadiran dua jenis makanan ini, hukumnya adalah wajib. Tidak boleh hanya satu orang saja yang membuatnya, melainkan semua masyarakat.

Pada akhirnya, semua makanan tersebut akan dibagi-bagikan kepada semua orang yang mengikuti upacara adat tersebut. Pembuatan makanan ini juga sebagai pengejawatan. Selain itu, juga termasuk dalam salah satu olah makanan yang terbuat dari bahan jagung.

Hidangan Makanan Papais Jagung dan Nasi Ketan dalam Upacara Ngasa

Perlu anda ketahui bahwa dalam penyelenggaraan Upacara Ngasa ini, para penduduk tidak boleh mengolah makanan yang menggunakan bahan tepung beras. Makanya adanya papais jagung serta nasi ketan ini, menjadi bukti nyata.

Adanya peristiwa tersebut juga menjadi lokomotif dalam gerbang. Rasa olah dari Desa Gandong mengenai papais jagung serta nasi ketan sangatlah khas. Papais memiliki arti yakni disuguhkan setiap ada tamu kampung. Hal tersebut berasal dari bentuk yang jamak.

Bagaimana Cara untuk Membuatnya?

Tentunya anda masih bisa menikmati olahan dari bahan jagung dan ketan tersebut, meskipun tanpa adanya Upacara Ngasa. Tentunya hal yang harus anda lakukan sebelum membuat paesan jagung adalah tepung jagung plus tepung beras.

Pastinya anda juga bingung bagaimana masyarakat Desa Gandong membuat makanan ini. Dalam pembuatannya, ternyata jagung harus digiling supaya menjadi tepung dulu. Setelah itu, campurkan dengan gula merah hingga merata dan pandan wangi.

Selain itu, anda juga bisa menambahkan bahan kepala dengan irisan tipis-tipisnya pada papais jagung dan nasi ketan ini. Selanjutnya, aduk sampai semua benar-benar tercampur, lalu bungkus dengan menggunakan daun pisang, sama halnya dengan si nagasari.

Setelah selesai dalam membungkus, cara yang selanjutnya adalah mengukus adonan tersebut sampai matang. Perlu anda ketahui apabila papais jagung serta nasi ketan ini, anda kukus dengan matang. Maka ketahanan dari suguhan dalam Upacara Ngasa ini bisa sampai dua hari.


Apa Itu Upacara Ngasa

Mungkin bagi beberapa adat budaya milik Brebes ini sangatlah masih aneh. Perlu anda ketahui bahwa Upacara Adat Ngasa merupakan sebuah ritual yang di dalamnya terdapat makna dari sebuah nilai budaya dan filosofi.

Acara yang menghadirkan olahan khas papais jagung dan nasi ketan ini sudah menjadi kebiasaan yang keberadaannya sudah lama. Mengenai hal ini juga menjadi kebudayaan warga masyarakat yang berada pada Desa Kumbang dan kaki Gunung Sagara.

Warkono selaku Kepala Desa Gandoang menyatakan, bahwa saat pelaksanaan upacara tersebut, semua masyarakat hanya boleh makan makanan yang bahannya beras. Akan tetapi, juga hanya diperbolehkan untuk makan papais jagung serta nasi ketan.

Kapan Perayaan Upacara Adat

Tentunya setiap hari masyarakat Gondongan tidak melaksanakan sebuah adat yang mana menjadikan papais jagung serta nasi ketan sebagai makanan keseharian. Perlu untuk anda catat bahwa pergelaran upacara adat ini setiap satu tahun sekali.

Lebih tepatnya adalah pada "mangsa ke sanga". Biasanya perayaan ini terjadi pada hari Jumat Kliwon ataupun Selasa Kliwon. Untuk perayaan pertama kalinya, Ngasa ini terjadi pada tahun 1880 pada masa Pemerintahan Bupati Jember yakni Raden Arya Candranegara.

Rangkaian Acara Dalam Upacara

Perlu anda tahu bahwa pelaksanaan Upacara Ngasa ini berawal dari berjalannya masyarakat menuju Pesarean Gedong yang pada barisan paling depan adalah Si Juru Kunci. Setelah sampai, acara yang selanjutnya adalah sambutan-sambutan.

Nah, puncak dari acara ini adalah berdoa atau pembacaan doa bersama dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian makan makanan khas yang salah satunya adalah papais jagung dan nasi ketan.