Pada akhirnya,
semua makanan tersebut akan dibagi-bagikan kepada semua orang yang mengikuti upacara
adat
tersebut. Pembuatan makanan ini juga sebagai pengejawatan. Selain itu,
juga termasuk dalam salah satu olah makanan yang terbuat dari bahan jagung.
Hidangan Makanan
Papais Jagung dan Nasi Ketan dalam Upacara Ngasa
Perlu anda ketahui bahwa dalam
penyelenggaraan Upacara Ngasa ini, para penduduk tidak boleh mengolah makanan
yang menggunakan bahan tepung beras. Makanya adanya papais
jagung
serta nasi ketan
ini, menjadi bukti nyata.
Adanya peristiwa tersebut juga menjadi
lokomotif dalam gerbang. Rasa olah dari Desa Gandong mengenai papais
jagung
serta nasi ketan
sangatlah khas. Papais memiliki arti yakni disuguhkan
setiap ada tamu
kampung.
Hal tersebut berasal dari bentuk yang jamak.
Bagaimana Cara
untuk Membuatnya?
Tentunya anda masih bisa menikmati olahan
dari bahan jagung
dan ketan
tersebut, meskipun tanpa adanya Upacara Ngasa. Tentunya hal yang harus anda
lakukan sebelum membuat paesan jagung
adalah tepung
jagung
plus tepung
beras.
Pastinya anda juga bingung bagaimana
masyarakat Desa Gandong membuat makanan ini. Dalam pembuatannya,
ternyata jagung
harus digiling supaya menjadi tepung dulu. Setelah itu,
campurkan dengan gula
merah
hingga merata dan pandan
wangi.
Selain itu,
anda juga bisa menambahkan bahan kepala dengan irisan tipis-tipisnya pada papais
jagung
dan nasi
ketan
ini. Selanjutnya,
aduk sampai semua benar-benar tercampur, lalu bungkus dengan menggunakan daun
pisang,
sama halnya dengan si nagasari.
Setelah selesai dalam membungkus, cara yang selanjutnya adalah mengukus adonan tersebut sampai matang. Perlu anda ketahui apabila papais jagung serta nasi ketan ini, anda kukus dengan matang. Maka ketahanan dari suguhan dalam Upacara Ngasa ini bisa sampai dua hari.
Apa Itu Upacara
Ngasa
Mungkin bagi beberapa adat budaya milik
Brebes ini sangatlah masih aneh. Perlu anda ketahui bahwa Upacara Adat Ngasa
merupakan sebuah ritual yang di dalamnya terdapat
makna dari sebuah nilai budaya dan filosofi.
Acara yang menghadirkan olahan khas papais
jagung
dan nasi
ketan
ini sudah menjadi kebiasaan yang keberadaannya
sudah lama. Mengenai hal ini juga menjadi kebudayaan warga masyarakat yang
berada pada Desa
Kumbang dan kaki Gunung Sagara.
Warkono selaku Kepala Desa Gandoang menyatakan,
bahwa saat pelaksanaan upacara
tersebut, semua masyarakat hanya boleh makan makanan yang bahannya beras. Akan
tetapi,
juga hanya diperbolehkan untuk makan papais jagung
serta nasi ketan.
Kapan Perayaan
Upacara Adat
Tentunya setiap hari masyarakat Gondongan
tidak melaksanakan sebuah adat yang mana menjadikan papais
jagung
serta nasi ketan
sebagai makanan keseharian. Perlu untuk anda catat bahwa pergelaran upacara
adat
ini setiap satu tahun sekali.
Lebih tepatnya adalah pada "mangsa ke
sanga". Biasanya perayaan ini terjadi pada hari Jumat Kliwon ataupun
Selasa Kliwon. Untuk
perayaan pertama kalinya, Ngasa ini terjadi pada tahun 1880 pada masa
Pemerintahan Bupati Jember yakni Raden Arya Candranegara.
Rangkaian Acara
Dalam Upacara
Perlu anda tahu bahwa pelaksanaan Upacara
Ngasa ini berawal dari berjalannya masyarakat menuju
Pesarean Gedong yang pada barisan paling depan adalah Si Juru Kunci. Setelah
sampai, acara yang selanjutnya adalah sambutan-sambutan.
Nah, puncak dari acara ini adalah berdoa
atau pembacaan doa bersama dengan menggunakan bahasa Sunda. Kemudian makan makanan
khas yang salah satunya adalah papais
jagung
dan nasi
ketan.

