Hal ini karena saat masuk ke desa ini tak ada satupun
sampah yang terlihat. Bahkan pengunjung akan melihat tanaman hijau yang begitu
asri. Semakin indah dengan pemandangan gunung yang sangat menyejukkan mata.
Maka tak heran udara di desa tersebut sangat segar dan sejuk.
Daya Tarik Desa Penglipuran yang
Mempesona
Desa ini tidak ada kendaraan bermotor yang beroperasi
disana. Sehingga benar-benar menjadi desa yang paling nyaman. Selain itu
memiliki keunikan dan kelebihan yang selalu menjadi daya tarik tersendiri para
pengunjung.
Tata Ruang Desa Berkonsep Tri Mandala
Desa ini merupakan desa adat yang menjunjung tinggi
nilai luhur nenek moyang mereka. Hal ini terlihat dari tata ruang desa yang
mengusung patokan adat yang sudah turun temurun dari dahulu. Berkonsep Tri
Mandala yakni dengan tata ruang tiga wilayah seperti Madya Mandala, utama
mandala, dan nista mandala.
Pembagian tersebut diurutkan mulai dari paling utara
hingga selatan. Utama Mandala menjadi tempat suci atau tempat para dewa, tengah
adalah Madya Mandala yakni pemukiman penduduk. Sedangkan paling selatan Nista
Mandala yakni pemakaman penduduk.
Pura Luhur Penglipuran
Desa ini memiliki ritual keagamaan dan terus berjalan hingga saat ini. Ritual besarnya adalah Ngusaba untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Setiap 15 hari sekali masyarakat datang ke pura untuk melakukan sembahyang. adat ini sudah diwariskan.
Hutan Bambu Pelindung Desa
Pesona milik desa ini semakin bertambah dengan
penyusuran hutan bambu yang luasnya hingga 45 hektar. Kemudian, hutan ini pun
mengelilingi pedesaan serta selalu terjaga kelestariannya sebagai warisan
leluhur.
Hutan bambu ini merupakan salah satu bagian dari awal
sejarah keberadaannya. Fungsi dari hutan bambu ini untuk resapan air oleh
karena itu menjadi pelindung desa. Bahkan bambu ini menambah keindahan dari
desa Penglipuran.(/Bayu Raharjo)

