KANGENTRAVELING.COM - Harga segelas kopi di kawasan Puncak Bogor di patok dengan harga yang tidak wajar yaitu sekitar 100 ribu. Hal tersebut dikeluhkan oleh para wisatawan dan sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Banyak wisatawan yang mengeluh karena harga makanan dan minuman di getok cukup mahal oleh pedagang. Contohnya kopi sachet yang sempat viral karena harganya sampai 100ribu atau indomie di getok dengan harga 45ribu.
Bahkan di salah satu postingan media sosial beli Indomie rebus, kopi dan jajanan lainnya total belanja hingga 250ribuan.
Menanggapi hal tersebut Menparekraf Sandiaga Uno menyayangkan hal tersebut. Menurutnya wisatawan lagi rindu dengan puncak.
Dikutip dari laman berita detikcom "Jadi kalau misalnya kopinya nilainya Rp 20-25 ribu, untuk charger diberikan biayanya, maupun untuk beristirahat. Dan bisa disediakan kursi-kursi bagi yang kelelahan atau sampai 2-3 jam di tempat itu sembari menunggu kemacetan," terang Sandiaga, menjawab pertanyaan detikcom, Kamis (9/9/2021) saat dalam perjalanan menuju Cirebon menggunakan Kereta Api Istimewa.
Lanjut Sandiaga Uno "Jadi jangan 100 ribunya itu hanya kopi. Karena selayaknya harga pokok kopi sewajarnya adalah mungkin harganya Rp 20-25 ribu, sisanya harus dicarikan pemahaman yang sama,".
Namun aksi getok harga oleh oknum pedagang di Puncak karena para wisatawan yang nongkrong terlalu lama bahkan ada yang sampai menginap di warung-warung milik mereka.
Jadi menurut para pedagang wajar jika harga makanan lebih mahal karena warung bukanlah tempat untuk menginap. Seharusnya wisatawan lebih tahu diri, jangan ngopi segelas lalu nongkrong berjam-jam sampai pagi hari. (/ridlo hartamas)


