Iklan

Kangen Traveling
01 Juli 2023, 15.27 WIB
Last Updated 2023-07-01T22:27:31Z
Berita

Niat Liburan ke Bali, 108 Koper Penumpang Air Asia Malah Ketinggalan


KANGENTRAVELING.COM - Libur ke Bali, siapa yang tak menginginkannya? Sayangnya, momen liburan menjadi kurang menyenangkan bagi sejumlah penumpang Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 753 rute Bandung-Denpasar. Pasalnya, 108 koper milik penumpang ketinggalan di Jakarta dan baru bisa diterima keesokan harinya.

Suasana di terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mendadak riuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Hal tersebut disebabkan oleh penumpang Air Asia yang mengeluhkan ratusan bagasi yang tidak bisa diambil karena berada di Jakarta.

Seorang penumpang bernama Chintya mengungkapkan bahwa pesawat yang ditumpanginya sempat mengalami keterlambatan penerbangan. "Kami baru terbang jam 17.35 WIB," kata Chintya. Dia menambahkan bahwa saat tiba di Bandara Ngurah Rai, dirinya harus menunggu 15 menit untuk mengambil bagasi. Namun, penumpang diberitahu bahwa bagasi hanya bisa diambil keesokan harinya.

Dikatakan oleh Chintya, ada sekitar 108 koper yang tidak bisa diterima pada hari itu. "Jadi kopernya itu baru bisa diambil besok pagi, flight jam 7 dari Jakarta, jadi sekarang posisi kopernya ada di Jakarta," ujarnya.

Terkait kejadian ini, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan memberi penjelasan. Ia menyatakan bahwa bagasi yang tertinggal menjadi tanggung jawab maskapai yang mengangkut. Handy menambahkan bahwa penumpang diharapkan melaporkan kejadian ini ke bagian lost and found dari maskapai pengangkut.

Sementara itu, AirAsia melalui Mila Lubis, Head of Communications Indonesia AirAsia, membantah bahwa terdapat ratusan bagasi yang ketinggalan. Ia mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan maskapai mengirim bagasi penumpang secara menyusul. "Pertama, perlu kami klarifikasi, bagasi tidak ketinggalan. Tapi karena ada faktor cuaca dan faktor keselamatan, maka tim lapangan kami memutuskan untuk mengurangi beban pesawat dengan melakukan unloading sebagian bagasi, untuk kemudian dikirimkan menyusul," ungkap Mila.

Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua, baik penumpang maupun maskapai penerbangan. Menyikapi hal ini, penumpang harus lebih waspada dan memastikan bahwa bagasinya benar-benar aman. Sementara itu, pihak maskapai perlu memperbaiki sistem dan prosedur penanganan bagasi agar tidak terjadi kesalahan yang sama di masa mendatang. (*)