Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 19.05 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 5 (Menyusuri Keindahan Candi Borobudur)

JOGJA - Aku sesekali membuat sebuah video untuk menceritakan bahwasanya aku sedang berada di tempat tersebut. Selain sebagai dokumentasi ini juga menjadi project pribadiku untuk nantinya dimasukan ke youtube chanelku, Bumiayunews TV list kemana ajah ayo. Ya lumayalah lah sambil menyelam minum air.

Kemegahan candi Borobudur selalu membuat aku selalu mengagumi kehebatan orang-orang jaman dulu, yang dengan perkasa bisa membangun sebuah candi yang begitu besar tanpa bantuan alat canggih seperti sekarang ini. Tidak kebayang deh gimana orang-orang jaman dulu kuat-kuat banget bisa memindahkan satu persatu batu dari satu tempat menjadi sebuah bangunan yang begitu megah seperti itu.

Kameraku sesekali mencuri momen perjalanan di Borobudur itu, baik dari jarak dekat maupun dari kejauhan. Aku sedikit bingung karena vira masih tepat saja manyun tanpa memberikan ruang sedikitpun untuk aku agar mendapatkan momen keceriaan dia seperti layaknya orang sedang berlibur lainnya. Nampaknya dia masih ngambek karena keinginnya ke demata belum di turuti.

Sebagai seorang tour guide aku hanya bisa semaksimal mungkin untuk mengcounter segala keinginan client. Apa yang mereka inginkan akan aku kasih sesuai dengan kemampuan. Namun apalah daya aku tidak bisa memberikan apa yang dia mau seperti yang pesulap lakukan. Tiba-tiba sekali waktu semuanya bisa di berikan begitu saja.

Aku melangkah satu demi satu anak tangga yang berada di candi borobudur hingga menuju setupa terbesar yang berapa di bagian paling atas. Padahal aku ingin sekali berkeliling satu demi satu tingkatan tempat yang berada di candi tersebut. Karena kita kalau ingin tahu cerita yang terkandung di dalam dinding candi, karena sebenarnya candi Borobudur sangat banyak menceritakan sebuah kejadian-kejadian pada masa itu.

Ya walaupun kita tidak tahu secara persis, setidaknya kita bisa meraba-raba apasih sebenarnya yang ada dalam cerita tersebut. Karena jika kita ingin menikmati sebuah perjalanan seharusnya kita mengetahui cerita apa yang terkandung didalamnya. Namun hal itu rupanya tidak mungkin, karena mereka kesana hanya ingin berjalan-jalan saja. Intinya yang penting pernah ke candi Borobudur.

Setelah sampai di tempat paling atas aku mulai mengarahkan lagi kameraku, untuk mengambil gambar-gambar kebersamaan keluarga ini. Namun sayang vira rupanya masih belum bisa di ajak berkompromi. Ya begitulah anak remaja kalau lagi ngambek sangat khas. Tidak mau apa-apa. Pokoknya dia hanya ingin seperti yang dia inginkan saja, tanpa memikirkan bahwasannya itu adalah sebuah perjalanan bersama keluarga yang nggak mungkin kapan lagi dia lakukan.

Aku mencoba mencari cara bagaimana agar aku bisa mendapatkan gambar vira yang baik dan bagus namun sayang, saat itu aku gagal. Akhirnya aku menyerah dan pasrah. Namun kebersamaan mba ikmah dan suami menikmati liburan kali ini tidak ingin di sia-siakan olehku, aku menyuruhnya untuk berpose berdua layaknya orang sedang berpacaran. Aku mengambil gambar dengan background stupa besar dan membelakangi stupa sambil bergandengan tangan dengan view pemandangan sekeliling candi Borobudur yang indah. Padahal aku ingin mengarahkan lebih dari itu, agar terlihat lebih romantis. Tapi apalah daya mereka ternyata tidak menangkap isyaratku.

Yaudah deh akhirnya kita turun dari candi dan melajutkan perjalanan selanjutnya, mencari makanan khas jogja dan pergi ke pasar bringharjo lagi. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)