Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 19.01 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 4 (Candi Borobudur)

JOGJA - Malam harinya aku tidur sendirian di sebuah kamar dengan pendingin yang lumayan terasa dinginnya. Aku mengatur alarm agar esok hari tidak bablas karena aku janji dengan mba ikmah untuk pergi ke Magelang pagi-pagi sekali. Tujuannya untuk menghindari macet dan bisa menikmati perjalanan ke Borobudur lebih awal. Karena biasanya kalau di Borobudur kita sudah terlalu siang akan kepanasan saat di atas puncaknya nanti.

Pagi itu aku mandi dengan air hangat yang lumayan membuat badan sedikit enakan, karena semalam tidur sendiri di bawah terpaan pendingin ruangan dengan suhu rendah yang ternyata tidak enak juga untuk badan kita. Andai kamu yang menelpon aku sebelum tidur ada di samping aku pasti akan lain ceritanya. Tidurku bisa lebih nyenyak dan pendingin ruangan dengan suhu paling rendah sekalipun tidak bakalan terasa dinginnya, malahan akan menambah keromantisan malam itu.

Pada tahiyat terakhir sebelum salam, pintu kamar ku ada yang mengetuk, terdengar di luar suara mba ikmah memanggilku. Aku sedikit mengeraskan bacaanku, untuk mengisyaratkan aku sedang melakukan sholat subuh.

Waktu masih menunjukan jam 5 pagi. Aku sudah bergegas meninggalkan penginapan menuju ke arah magelang. Sarapan pagi sudah disiapkan oleh pihak penginapan. Suasana jogja di sepanjang jalan masih sangat syahdu. Kabut-kabut masih terlihat temaram di cela-cela lampu jalan. Para pedagang sudah siap  menggelar lapaknya di beberapa tempat jualan pinggir jalan. Aku tancap gas mobilku ke arah utara meninggalkan kota yogyakarta menuju Magelang.

Kondisi jalanan lancar, hanya beberpa kendaraan luar kota saja yang berpapasan dan yang satu jalur denganku. Si kecil rupanya melanjutkan tidurnya, dan vira menyantap sarapan yang tadi di sediakan oleh pihak penginapan.

Dalam fikiranku mungkin aku menjadi wisatawan paling awal yang akan masuk ke halaman Candi Borobudur, namun setelah masuk dalam parkiran ternyata disana sudah banyak juga yang mengantri untuk masuk ke pelataran candi.

Waktu masih sangat pagi, aku membeli segelas kopi untuk aku nikmati dengan roti tawar, telor rebus, dan pisang yang menjadi menu di pagi hari itu. Sambil sesekali aku mengambil gambar mba ikmah dan keluarga yang ingin narsis di depan mobilnya sendiri. Atau ingin mengabadikan momen perjalanannya kali itu. Vira masih tetap saja manyun, kamera fotoku tidak boleh sedikitpun menyorot ke arahya. Aku harus sangat cekatan dan mencuri-curi momen agar mendapatkan foto terbaiknya. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)

Naik ke candi Borobudur....