Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 18.55 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 2 (Malam Hari di Malioboro)

JOGJA - Malam hari di Malioboro, aku mengarahkan mobil Honda Jazz yang aku kendarai kearah keraton yogyakarta. Di sepanjang jalan aku mengamati GPS yang aku letakan di sisi kiri kemudiku. Tujuannya untuk menunjukan arah dan jalur mana yang tidak macet. Karena seperti kita ketahui jalur utama Malioboro sedang dalam perbaikan. Kita harus memanfaatkan teknologi agar kita lebih mudah dan mengetahui kondisi terupdate di sekitar kita saat sedang liburan.

Sebenarnya aku mengarahkan mobil ke arah Tugu nol Jogja, tapi jalur menuju arah putar balik yang ke arah stasiun tugu kondisinya macet lumayan parah karena terlihat di dalam GPS merah. Akhirnya aku memutuskan untuk memotong jalur. Aku mencari parkiran di seberang musim perjuangan 14 september. Tempat ini sangat setrategis karena kita sudah berada di tengah-tengah antara Jalan Malioboro dan arah ke Kraton.

Mba ikmah dan keluarga, aku ajak berjalan-jalan di sekitar jalan Malioboro. Malam itu kondisinya tidak terlalu ramai tapi seperti kita tahu Malioboro tidak pernah sepi dari pengunjung. Se sepi-sepinya malioboro ya seperti itu, tetap saja banyak pengunjung yang datang.

Kameraku disiapkan dan mulai memotret di sana-sini. Mba ikmah memintaku untuk mengambil moment mereka berjalan-jalan disana. Namun ternyata kedua anaknya cukup tidak bersahabat. Si vira yang dari tadi manyun karena keinginannya untuk ke Demata tetap saja manyun. Kalau si kecil ya antara senang dan biasa-biasa saja.

Tujuan paling utama adalah mencari petunjuk arah yang bertuliskan Jl. Malioboro, mungkin itu sudah seperti kewajiban kala kita kesana, harus foto di petunjuk arah tersebut. Hehehe ya memang salah satu cara menunjukan kita pernah kesana tinggal cari aja penunjuk arah bertuliskan Jl. Malioboro yang lergendaris. Perjalanan menuju tempat tersebut ternyata tidak dekat. Ini menyebabkan vira yang dari tadi sudah ngambek terlihat semakin Bete saja.

Setelah berjalan cukup jauh dan dengan perjuangan yang sangat panjang, akhirnya kita sampai juga ke lokasi tujuan. Antrian untuk bisa berfoto di tempat tersebut juga lumayan banyak. Karena tidak sedikit juga orang yang sedang mengincar termpat tersebut. Vira dan si kecil manyun, tidak mau ikutan foto disitu, hanya mamanya saja yang asik menikmati bisa berfoto disana berkali-kali, sepertinya di sangat menikmati pengalaman itu.

Aku sebagai orang yang bertugas menemani keluarga ini, hanya tersenyum dan mengiyakan apa pinta mba ikmah dan semua keingan keluarga itu, untuk mengantarkan dan menentukan kemana arah dari perjalanan itu. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)

Selanjutnya pasar Bringharjo....