Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 19.16 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 9 (Kepiting Pantai Depok)

JOGJA - Senja pun tiba, matahari terbenam mesra di pelukan bumi, malam menjelang dan menunjukan gelapnya. Perutku semakin terasa lapar, itu artinya mereka juga pasti merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan. Aku menunjukan sebuah tempat untuk makan malam di pantai depok, walau sebenarnya banyak kedai pastinya yang sudah tutup disana. Dan tempat itu juga pasti sudah gelap, pemandangannya juga kurang menarik.
Namun apalah daya karena permintaan mencari makan malam dengan hidangan seafood yang ada hanya disana, yasudah terpaksa aku tetap mengarahkan mobilku kesana. Walaupun sebenarnya takut juga mereka nantinya malah kurang menikmati hidangan santap makan malamnya.
Di pantai depok ini memang cukup unit, warung makan tidak langsung menyediakan bahan makanan yang akan kita santap. Mereka hanya menyediakan jasa untuk memasaknya saja. Jadi kita sendiri yang harus memilih dan membeli bahan sendiri. Kita bisa membelinya di pasar lelang ikan yang berada tak jauh dari tempat-tempat rumah makan tersebut.
Ternyata masih banyak juga orang-orang yang sedang mengantri untuk membeli ikan dan yang lainnya disitu. Mba ikmah memilih beberapa ikan, aku mengambil cumi, dan yang lain ada yang ngambil udang serta kepiting untuk dijadikan menu lauk makan malam nanti.
Seorang ibu yang berdiri disekitar pelelangan ikan menjajakan jasanya untuk memasakan ikan yang kita beli. Setelah semuanya di bayar si ibu tadi mengarahkan kita untuk ketempat dia memasak. Tempatnya sudah sepi, banyak warung yang sudah tutup dan lampu peneranganpun sangat sedikit. Aku memarkirkan mobil di depan pintu masuk kedai si ibu bersepeda yang membawa ikan-ikan kita dari pelelangan tadi.
Disitu kita disuruh memilih akan dimasak dengan cara apa dan menggunakan bumbu apa. Ada yang di bakar, di goreng, diberi saus macem-macem. Pokoknya malam itu kita seperti makan malam besar, karena semua menu ada disitu. Kita menunggu sekitar 15 menitan hingga semua masakan siap untuk disajikan. Seperti yang sudah aku duga pemandangan yang ada hanyalah gelap. Padahal diluar sana deburan ombak mendayu-dayu. Andai saja tadi sebelum senja kita sudah berada di tempat ini, pasti lebih nikmat rasanya kita makan sambil melihat pemandangan yang eksositis dari pantai depok.
Tapi apalah daya, aku hanya seorang pemandu yang ingin memberikan yang terbaik untuk wisatawan yang aku antar. Aku tidak bisa menyela mereka yang sedang senang-senangnya menikmati liburan di pantai Parangtritis itu. Aku tidak bisa menyuruh agar mereka menyudahi aktifitasnya sebelum puas menikmati.
Ya memang, akhirnya harus ada yang di korbankan untuk hal tersebut, kita harus makan dengan suasana yang sedikit mencekam karena pemandangna gelap diluar sana tidak terlalu membuat kita nyaman. Namun makan malam itu cukup membuat kita terpuaskan karena kita semua dengan lahap menyantap semua hidangan tersebut.
Seharian jalan-jalan, diakhiri makan malam kekenyangan, perjalanan pulang ngantuk di jalan...lanjut perjalanan pulang. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)