Iklan

Ridlo Hartamas
26 Agustus 2020, 19.19 WIB
Last Updated 2023-02-07T11:56:23Z

Trip to Jogja Untuk Pertama Kalinya Part 10 (Selesai)

JOGJA - Makan malam di pantai depok kali itu ternyata membuat semua puas. Seharian jalan-jalan ternyata membuat kita sangat lelah dan lapar. Hidangan makan malam yang cukup menggoda akhirnya disantap dengan sangat lahap. Sepertinya pada saat itu berat badanku dan kolesterolku sedikit naik. Karena campuran makanan lezat dan makan yang lahap biasanya tidak bisa mengontrol kondisi tersebut.

Pantai depok malam itu sudah gelap, luasnya laut disana sudah tidak lagi terlihat. Perjalanan menuju jalan raya parangtritis juga sedikit gelap. Tidak banyak lampu jalan disana. Andai saja di tempat ini dikasih pencahayaan yang bagus semacam di Muara Baru Jakarta Utara sana, pasti akan lebih banyak pengunjung di malam hari yang mampir kesana.

Rasa kantuk semakin mendera, mataku terasa sedang di ganduli oleh setan tidur. Sesekali aku memejamkan mata dan menggeleng-gelenkan kepalaku agar rasa kantuk itu hilang, tapi ternyata itu tidak berpengaruh sama sekali. Mataku sepertinya sudah mulai lengket, pelupuk mata atasnya sudah tidak bisa lagi ditahan untuk terpejam. Namun aku selalu mencoba untuk membukanya kembali.

Padahal menyetir dengan kondisi seperti itu sangatlah berbahaya dan sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Aku mencoba untuk menghibur diri, agar rasa kantuk itu sedikit berkurang. Yang aku kejar hanya jalan sampai lingkar jogja. Setelah itu gantian nyetir dengan suami mba ikmah. Karena sebelumnya kita sudah janjian nanti kalau aku sudah merasa ngantuk biar kita gantian nyetir mobil terlebih dahulu.

Setelah sampai jalan lingkar selatan Jogja benar saja, aku langsung meminta untuk bertukar tempat kemudi. Aku rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menahan kantuk agar aku tidur sejenak. Karena perjalanan dari Jogja ke Tegal pastinya tidak akan sebentar. Semalaman suntuk ini aku harus melek sambil nyetir sendirian, saat yang lain sedang tertidur lelap.

Aku memejamkan mataku setelah beberapa menit pindah dari posisi kemudi, aku menyempatkan memberi arahan sedikit ke suami mba ikmah tentang rute yang akan kita lalui. Sepanjang jalan rupanya tidak ada kendala. Mba ikmah menemani suami ngobrol biar tidak ngantuk dan mengamati jalan katanya agar tidak nyasar.

Pada saat sampai di Purworejo aku masih sedikit ngantuk mba ikmah nanya apakah jalannya lurus atau belok, setengah sadar aku menjawab lurus. Namun ternyata jawaban itu salah. Kita malah ke arah Magelang lagi.

Tidur sekitar dua jam itu sudah cukup untuk aku bisa melek semalaman nanti, apalagi di tambah kaget karena salah jalur. Akhirnya aku mengambil alih lagi kemudi, berputar arah dan melanjutkan perjalanan pulang, dengan rute yang benar.

Setiap melakukan perjalan selalu ada hal-hal menarik yang bisa kita ceritakan kesemua orang, ada senang, sedih, bahagia, dan tawa semua campur menjadi satu. Satu yang menjadi catatanku dalam perjalanan kali ini adalah, nikmatilah hidup ini dengan mengunjungi banyak tempat bersama keluarga, karena disitulah kita akan mengenal lebih dekat lagi satu sama yang lainnya. Dari sebuah perjalanan kita bisa mengetahui siapa dan apa yang sebenarnya keluarga kita inginkan. Jangan pikirkan ego masing-masing tapi kita harus saling menikmati, agar liburan bersama lebih menyenangkan.

Terima kasih sudah mengajak aku untuk bisa menemani keluarga kalian, sampai jumpa lagi dilain kesempatan, semoga liburannya menyenangkan. (Ridlo Syamsul / ig @kangentraveling)