KANGENTRAVELING.COM - Pada Kamis, 24 Agustus, pelataran Candi Prambanan dipenuhi wisatawan yang terpesona dengan seni kontemporer tak biasa: seorang boneka balon berbentuk kelinci berwarna merah muda raksasa sedang rebahan.
Pameran ini menghadirkan karya seniman Amerika Serikat, Brian Donelly atau lebih dikenal sebagai KAWS. Seniman jalanan ini terkenal dengan instalasi raksasa yang ia buat dengan berbagai material seperti fiberglass, aluminium, kayu, perunggu, besi, dan karet. Kini, Indonesia menjadi negara ke-10 yang dikunjungi KAWS dalam rangkaian tur dunianya yang bertajuk KAWS: Holiday.
Boneka raksasa ini diklaim sebagai boneka balon terbesar dari karya seni pernah ada. Seperti yang dikatakan oleh Aga, seorang mahasiswa asal Semarang, "Untuk ukuran boneka yang seperti ini di dunia, sebelumnya itu tidak segede ini. Ini paling istimewa, warnanya juga paling beda karena sebelumnya itu warna gelap, misal abu-abu atau hitam. Di Indonesia ini warna pink,"
Menarik perhatian tidak hanya penduduk lokal, wisatawan mancanegara seperti Daniella dari Spanyol juga terpukau dan merespon positif pameran seni ini.
Sebelum tiba di Candi Prambanan, boneka raksasa ini pernah tur yang memasukkan kota-kota besar seperti Seoul, Taipei, Hong Kong, Tokyo, Bristol, Singapura, Gunung Chiangmai, dan Melbourne. Menampilkan berbagai pose dan warna boneka balon raksasa, seniman ini tak takut untuk memamerkan kreativitasnya.
Menariknya, kehadiran boneka raksasa ini juga berdampak pada kunjungan wisata lokal. Seorang petugas Taman Wisata Candi Prambanan mengatakan, "Lumayan banyak wisatawan yang datang ke sini. Nanti setelah jam 4 sore akan tambah banyak sampai lapangan penuh. Biasanya kan anak muda di Yogyakarta jarang sekali ke Candi Prambanan ini sekarang pas pameran seni ini malah banyak yang datang,"
Sehingga, tak diragukan lagi bahwa pameran seni ini telah berhasil menjadi daya tarik baru yang efektif bagi Candi Prambanan, yang langsung berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat.
Pameran ini menjadi contoh sempurna bagaimana seni modern dan sejarah dapat berjalan beriringan, menciptakan pengalaman unik bagi penikmat seni dan pengunjung Candi Prambanan.

